Minggu, 14 Juni 2026
AREA
"Melangkah Dengan Nurani, Menegakkan Kebenaran"
HUKUM & ETIKA

Kajian Hukum: Penggunaan Autonomous Weapon Systems (AWS) dan Batasan Etika

Kajian Hukum: Penggunaan Autonomous Weapon Systems (AWS) dan Batasan Etika
Pengembangan dan potensi penggunaan Autonomous Weapon Systems (AWS) dalam operasi militer menimbulkan dilema hukum dan etika yang mendalam. Sistem senjata autonom, yang dapat mengambil keputusan lethal tanpa intervensi manusia langsung, berpotensi melanggar prinsip accountability dalam hukum perang. Dari sudut martabat hukum, ketiadaan 'human in the loop' dapat mengaburkan tanggung jawab atas pelanggaran hukum humaniter, sehingga merusak prinsip pertanggungjawaban individu yang esensial dalam hukum internasional. Analisis kritis menunjukkan bahwa meskipun AWS dapat meningkatkan efisiensi operasional, penggunaannya tanpa regulasi etika yang kuat akan mengarah pada dehumanisasi konflik dan pelanggaran prinsip proportionality serta discrimination. Implikasi hukum sangat serius karena dapat memicu 'gap accountability' dimana pelanggaran tidak dapat diatribusikan kepada aktor yang jelas. Oleh karena itu, perlu adanya framework hukum internasional baru yang secara khusus mengatur penggunaan AWS, dengan menempatkan prinsip etika dan perlindungan manusia sebagai prioritas utama.