Sabtu, 13 Juni 2026
AREA
"Melangkah Dengan Nurani, Menegakkan Kebenaran"
OPINI & ANALISIS

ISSES: Rekomendasi Komisi Reformasi Polri Belum Jawab Persoalan

Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) mengkritik rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri karena dinilai gagal menyentuh akar masalah struktural. ISSES menilai rekomendasi tersebut hanya bersifat administratif dan seperti kosmetik hukum, tanpa transformasi budaya dan akuntabilitas yang mendalam.

Kritik substantif menilai reformasi terjebak dalam pragmatisme struktural dan mengabaikan dimensi normatif. Rekomendasi dinilai abai terhadap tuntutan penting seperti independensi penyidikan dari intervensi, mekanisme pengawasan eksternal yang kuat, reformasi sistem karier berbasis merit, serta penanganan transparan kasus pelanggaran HAM oleh anggota Polri.

Dari perspektif etika penegakan hukum, ISSES menekankan bahwa legitimasi institusi lahir dari kepatuhan pada prinsip good governance. Rekomendasi yang ada justru berpotensi mengabadikan impunitas dan status quo, alih-alih mewujudkan kepolisian yang legitimate dan berlandaskan hak asasi manusia sebagaimana diamanatkan konstitusi.

ISSES: Rekomendasi Komisi Reformasi Polri Belum Jawab Persoalan
```json { "konten_html": "

Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) melancarkan kritik mendasar terhadap rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri, menyebutnya sebagai upaya kosmetik yang gagal menjawab persoalan struktural martabat institusi. Dalam perspektif etika penegakan hukum, rekomendasi yang hanya berfokus pada perubahan administratif—tanpa transformasi budaya dan akuntabilitas substantif—secara hukum mengaburkan tanggung jawab negara untuk membangun kepolisian yang legitimate dan berbasis hak asasi manusia.

Reformasi Kosmetik: Mengabaikan Kewajiban Hukum Negara

ISSES menilai bahwa

ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Komisi Percepatan Reformasi Polri, Polri